Dampu Awang, Mertua Prabu Siliwangi

 Dampu Awang, Mertua Prabu Siliwangi


Selain dikisahkan dalam legenda rakyat melalui dongeng, kisah Dampu Awang juga rupanya tercatat secara singkat dalam Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari. Dalam naskah ini, Dampu Awang dikisahkan sebagai laki-laki asal Champa yang kelak menjadi mertua Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja.


Menurut Carita Purwaka Caruban Nagari, bahwa Penguasa Singapura, Ki Gedeng Tapa (Ki Gedeng Jumajan Jati) memiliki kakak perempuan yang bernama Rara Ruda, wanita tersebut kelak dikawini oleh Dampu Awang, dari hasil peekawinannya dengan Rara Ruda, Dampu Awang memperoleh seorang putri yang diberi nama Nyai Aciputih. 



Baik Rara Ruda maupun Aciputih nantinya memeluk agama Islam sesuai dengan agama yang dianut oleh Dampu Awang, dikemudian hari, Nyi Aciputih dikawini oleh Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, dengan demikian Prabu Siliwangi dapat dinyatakan memiliki 2 istri yang beragama Islam, yaitu Subang Larang dan Nyi Aciputih. 


Beberapa sejarawan berasumsi, jika Dampu Awang mulanya datang ke Jawa bersama rombongan Laksamana Cengho. 


Dampu Awang nantinya menetap di Jawa dan tidak kembali pulang ke negerinya. Di Jawa Dampu Awang menjadi pengusaha sukses yang kekayaan dan cabang usahanya memyebar diberbagai kota pesisir Jawa bahkan hingga Sumatra. 


Dampu Awang terjun dalam usaha pelayaran, dimana kapal-kapalnya menampung berbagai macam barang dagangan baik yang diimpor dari Cina maupun barang dagangan asal Jawa yang akan diekspor ke Cina. 


Sebagai pengusaha, Dampu Awang juga dalam menjalankan bisnisnya melakukan teknik kekerabatan, tujuannya agar bisnianya tampa hambatan, maka tidaklah mengherankan jika istri Dampu Awang sangat banyak umumnya putri para penguasa di Kerajaan-Kerajaan yang ada di pesisir utara pulau Jawa, diantara istrinya adalah Rara Ruda, namun untuk Nyi Gedeng Junti, putri dari Penguasa Junti gagal dinikahi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RATU KENCANA WUNGU

RATU DEWATA (RAJA PAJAJARAN III)

PEMBERONTAKAN 7 DHARAMPUTRA DI MAJAPAHIT